Thursday, 23 May 2013

Manusia...Penderitaan, Keadilan & Pandangan Hidup

TUGAS 1

1.   Pengertian Penderitaan ?
2.   Pengertian Siksaan serta jenis siksaan menurut kitab suci ?
3.   Pengertian kebimbangan, kesepian dan ketakutan ?
4.   Pengertian kekalutan mental, gejalanya & tahapannya ?
5.   Sebab timbulnya penderitaan ?
6.   Pengertian keadilan menurut filsuf & pendapat umum ?
7.   Jelaskan macam - macam keadilan !
8.   Pengertian kejujuran, kecurangan & pembalasan ?
9.   Apa arti pandangan hidup & jenis - jenisnya ?
10. Apa arti cita - cita, faktor pandangan hidup yang mempengaruhi cita -cita ?
11. Apa arti kebaikan atau kebajikan & faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ?
12. Pengertian : a. keyakinan, b. 3 aliran filsafat keyakinan.

JAWABAN

1. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.

2.  Dalam Al – Quran surat – surat lain banyak berisi jenis ancaman dan siksaan bagi orang – orang musyrik, syirik, makan riba, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim, dan sebagainya. siksaan itu berupa penyakit, siksaan hati, siksaan badan oleh orang lain dan sebagainya. Siksaan manusia ini ternyata juga menimbulkan kreativitas bagi yang pernah mengalami siksaan atau orang lain yang berjiwa seni yang menyaksikan baik langsung ataupun tidak langsung. 

3. Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mans yang akan diambil. Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. 

4. Kekalutan Mental merupakan suatu keadaan dimana jiwa seseorang mengalami kekacauan dan kebingungan dalam dirinya sehingga ia merasa tidak berdaya. Saat mendapat kekalutan mental berarti seseorang tersebut sedang mengalami kejatuhan mental dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan oleh orang tersebut. Dengan mental yang jatuh tersebut tak jarang membuat orang yang mengalami kejatuhan mental menjadi tak waras lagi atau gila.

5.  Sebab - sebab timbulnya penderitaan adalah Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan sekitarnya. Lalu Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. 

6.  Keadilan menurut John Raws (Priyono, 1993: 35), adalah ukuran yang harus diberikan untuk mencapai keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan bersama. Ada tiga prinsip keadilan yaitu : (1) kebebasan yang sama yang sebesar-besarnya, (2) perbedaan, (3) persamaan yang adil atas kesempatan.
      Menurut pandangan umum Keadilan adalah penilaian dengan memberikan kepada siapapun sesuai dengan apa yang menjadi haknya, yakni dengan bertindak proposional dan tidak melanggar hukum. Keadilan berkaitan erat dengan hak.

7.  Keadilan menurut Aristoteles (filsuf yang termasyur) dalam tulisannya Retorica membedakan keadilan dalam dua macam :
  • Keadilan distributif atau justitia distributiva; Keadilan distributif adalah suatu keadilan yang memberikan kepada setiap orang didasarkan atas jasa-jasanya atau pembagian menurut haknya masing-masing. Keadilan distributif berperan dalam hubungan antara masyarakat dengan perorangan.
  • Keadilan kumulatif atau justitia cummulativa; Keadilan kumulatif adalah suatu keadilan yang diterima oleh masing-masing anggota tanpa mempedulikan jasa masing-masing. Keadilan ini didasarkan pada transaksi (sunallagamata) baik yang sukarela atau tidak. Keadilan ini terjadi pada lapangan hukum perdata, misalnya dalam perjanjian tukar-menukar.
     Keadilan menurut Thomas Aquinas (filsuf hukum alam), membedakan keadilan dalam dua kelompok :
  • Keadilan umum (justitia generalis); Keadilan umum adalah keadilan menururt kehendak undang-undang, yang harus ditunaikan demi kepentingan umum.
  • Keadilan khusus; Keadilan khusus adalah keadilan atas dasar kesamaan atau proporsionalitas. Keadilan ini debedakan menjadi tiga kelompok yaitu :
  1. Keadilan distributif (justitia distributiva) adalah keadilan yang secara proporsional yang diterapkan dalam lapangan hukum publik secara umum.
  2. Keadilan komutatif (justitia cummulativa) adalah keadilan dengan mempersamakan antara prestasi dengan kontraprestasi.
  3. Keadilan vindikativ (justitia vindicativa) adalah keadilan dalam hal menjatuhkan hukuman atau ganti kerugian dalam tindak pidana. Seseorang dianggap adil apabila ia dipidana badan atau denda sesuai dengan besarnya hukuman yang telah ditentukan atas tindak pidana yang dilakukannya.
    Keadilan menurut Notohamidjojo (1973: 12), yaitu :
  • Keadilan keratif (iustitia creativa); Keadilan keratif adalah keadilan yang memberikan kepada setiap orang untuk bebas menciptakan sesuatu sesuai dengan daya kreativitasnya.
  • Keadilan protektif (iustitia protectiva); Keadilan protektif adalah keadilan yang memberikan pengayoman kepada setiap orang, yaitu perlindungan yang diperlukan dalam masyarakat.
8.  Kejujuran atau jujur artinya perkataan yang sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur. Curang atau kecurangan artinya apa yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang diinginkan dan berusaha mendapatkannya dengan berbagai cara, walaupun dengan cara yang tidak baik/tidak sepantasnya. Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain, reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertaqwa kepada Tuhan diberikan pembalasan dan bagi yang mengingkari pentah Tuhan pun diberikan pembalasan dan pembalasan yang diberikanpun pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan dineraka.

9.  Pandangan hidup atau ideologi adalah salah satu faktor utama yang menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup itu sendiri dapat dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup manusia di dunia. terbagi menjadi dua tipe , yaitu :

Ideologi Tertutup
Ideologi Tertutup adalah ajaran atau pandangan dunia atau filsafat yang menentukan tujuan – tujuan dan norma – norma politik dan sosial yang ditetapkan sebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi , melainkan harus diterima sebagai sesuatu yang sudah jadi harus dipatuhi.
Ciri – ciri dari Ideologi tertutup adalah sebagai berikut .
  1. Kebenaran suatu ideologi tertutup tidak boleh dipermasalahkan berdasarkan nilai – nilai atau prinsip – prinsip moral yang lain.
  2. Isinya dogmatis dan apriori sehingga tidak dapat diubah atau dimodifikasi berdasarkan pengalaman sosial.
  3. Ideologi tertutup tidak mengakui hak masing – masing orang untuk memiliki keyakinan dan pertimbangannya sendiri.
  4. Ideologi tertutup menuntut ketaatan tanpa keengganan.
  5. Tidak bersumber dari masyarakat , melainkan dari pikiran elit yang harus dipropagandakan kepada masyarakat.
  6. Bersifat otoriter dan dijalankan dengan cara yang totaliter.
Ideologi Terbuka
Ideologi terbuka hanya berisi orientasi dasar , sedangkan penerjemahannya ke dalam tujuan – tujuan dan norma – norma social politik selalu dapat dipertanyakan dan disesuaikan dengan nilai dan prinsip moral yang berkembang dimasyarakat.
Ciri – ciri Ideologi terbuka adalah sebagai berikut :
  1. Operasional cita –cita yang akan dicapai tidak dapat ditentukan secara apriori , melainkan harus disepakati secara demokratis.
  2. Ideologi terbuka bersifat inklusif , tidak totaliter , dan tidak dapat dipakai melegitimasi kekuasaan sekelompok orang.
  3. Ideologi terbuka hanya dapat ada dalam system yang demokratis.
  4. Nilai dan cita – citanya berasal dari moral budaya masyarakat itu sendiri.
10.  Cita-cita adalah keinginan dan harapan seseorang akan masa depannya, akan tujuannya hidup di dunia, akan apa yang telah diperbuatnya selama ini. Bagi beberapa orang lainnya cita-cita hanyalah sebuah kata yang klasik, sebuah kata yang hanya memacu motivasi, tidak berarti dan tidak bermakna. Ya keduanya benar, tak ada yang salah, tergantung dari mana kalian memandang makna dari keduanya. Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan, hal itu bergantung dari tiga faktor.
- Faktor manusia
- Faktor kondisi
- Faktor tingginya cita-cita


11.  Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal:
- Faktor pertama pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
- Faktor kedua yang menentukan tingkah laku seseorang adalah lingkungan (environ¬ment).
- Faktor ketiga yang menentukan tingkah laku seseorang adalah pengalaman yang khas yang pemah diperoleh.


12. a. Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran.
      b. Menurut Prof. Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu :
1) Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan.

2) Aliran intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir.

3) Aliran Gabungan
Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. kekuatan gaib Minya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan.

Sunday, 28 April 2013

CINTAI SASTRA SERTA KARYANYA



TUGAS 2
       I.            Seandainya para pemimpin kita mencintai sastra.
Seorang pemimpin adalah panutan, acuan dan contoh bagi bawahannya. Seorang pemimpin adalah manusia terpilih yang dipilih oleh TUHAN dan rakyat yang menaungi sebuah kehidupan. Jika seorang pemimpin yang kita hormati mencintai sastra khususnya sebuah karya sastra, maka bisa jadi sang pemimpin itu bisa lebih memahami apa arti dari kehidupan, karena didalam karya sastra pasti diselipkan sedikit tentang kehidupan entah itu bumbu kehidupan, problema hidup atau ujian kehidupan dari TUHAN.
Sastra adalah sebuah seni yang menyuguhkan sebuah eksotisme, etika, keajaiban, kemulian dan arti dari kehidupan. Maka dari itu seorang pemimpin harus mencintai sastra untuk memahami kehidupan. Dengan Sastra manusia dapat berkomunikasi dengan alam kenyataan maupun alam fatamorgana sekalipun.
Dengan sastra seorang manusia dapat menjujung tinggi sifat tenggang rasa, dimana sastra dapat disuguhkan untuk kegiatan sosial, seperti karya sastra yang berkolaborasi dengan pertunjukan wayang. Wayang merupakan sebuah seni etnic yang dapat menjadi acuan manusia untuk bernostalgia atau sekedar menginat masa lalu. Wayang juga merupakan ciri penggambaran dari kehidupan manusia dimasa lalu bahkan dimasa sekarang.
Sangat munafik jika ada manusia yang secara terang – terang mengatakan bahwa hidup ini tidak selalu membutuhkan sentuhan Sastra. Berkomunikasi satu sama lain saja sudah termasuk Sastra, karena inti dari sastra adalah bagaimana cara manusia berkomunikasi dengan baik. Seorang pemimpin pun tidak terlepas dari yang namanya Sastra. Orasi, demokrasi, kampanye dan semacamnya adalah Sastra yang sedang membuming pada saat ini. Jika Sastra sampai langka atau bahkan musnah, bisa dipastikan manusia akan mengalami zaman kebodohan seperti era 1000 tahun yang lalu. Wallohualam....

ILMU BUDAYA DASAR : SASTRA

TUGAS 1
1.      Jelaskan pendekatan kesusastraan dalam mempelajari IBD ?
2.      Sebutkan dan jelaskan nilai - nilai yang diperoleh pembaca lewat karya sastra ?
3.      Alasan apa saja yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan IBD ?
4.      Jelaskan pengertian cinta !
5.      jelaskan definisi cinta menurut ajaran agama masing - masing !
6.      Jelaskan pengertian :
a.       Kasih sayang
b.      Kemesraan
c.       Pemujaan
d.      Belas kasihan
7.      Jelaskan pengertian :
a.       Keindahan
b.      Nilai estetika
8.      Jelaskan alasan & tujuan para seniman menciptakan keindahan !
9.      Jelaskan 3 kerenungan !
10.  Jelaskan pengertian keserasian !

TUGAS 2
1.      Buatlah tulisan bebas dengan tema / judul :
                                i.            Seandainya para pemimpin kita mencintai sastra.


JAWABAN
TUGAS 1
1.      Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar-dasar kebudayaan, Sedangkan Kesusastraan menyangkut perihal sastra ilmu atau pengetahuan tentang segala hal yg bertalian dengan susastra. Kesusastraan adalah bagian dari ilmu budaya dasar yang tidak terpisahkan.
2.      Nilai – nilai yang diperoleh pembaca lewat karya sastra, yaitu :
1)      Memberikan kesenangan
·   Pembaca mendapatkan pengalaman dan dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing baginya serta peristiwa yang dikisahkan dalam karya tersebut.
2)      Memberikan informasi
·   Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi.
3)      Memberikan warisan kultural
·   Dapat menstimulai imajinasi, dan merupakan sarana bagi peminfajan uang tak henti-hentinya dan warisan budaya bangsa.
4)      Memberikan keseimbangan wawasan
·   seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda darioada aoa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.



3.      Alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi dalam IBD :
1)      Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
2)      Puisi dan kesadaran individual.
3)      Puisi dan keinsyafan sosial.
4.      Cinta, secara bahasa ialah rasa sangat kasih dan sayang, atau sangat tertarik hatinya. Cinta adalah sumber segalanya, kita tidak akan dapat mewujudkan setiap impian kita tanpa cinta.
5.      A. Cinta menurut agam islam :
1)      Cinta mawaddah : yaitu cinta yang menggebu – gebu.
2)      Cinta Rahmah : yaitu cinta yang penuh akan kasih sayang.
3)      Cinta Mail : yaitu cinta yang sementara dan menyedot perhatian tanpa memperhatikan hal yang lebih penting.
4)      Cinta Syaghaf : yaitu cinta yang alami dan sangat mendalam.
5)      Cinta Ra’fah : yaitu rasa kasih sayang yang melebihi norma kebenaran.
6)      Cinta Shobwah : yaitu cinta buta dan mendorong perilaku menyimpang.
7)      Cinta Syauq : yaitu cinta merindu kepada kekasih atau sang pencipta.
8)      Cinta Kulfah : yaitu perasaan cinta yang disertai kesadaran positif.
6.      A. Kasih Sayang
Pada dasarnya kasih sayang adalah fitrah yang dianugerahkan Allah SWT kepada mahluknya, misalnya hewan, kita perhasikan begitu kasihnya kepada anaknya, sehingga rela berkorban jika anaknya diganggu.
B. Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib.
C. Pemujaan
Dalam beberapa budaya Timur, dan tradisi penduduk asli Amerika, tujuan pemujaan leluhur adalah untuk menjamin kebaikan leluhur dan sifat baik pada orang hidup, dan kadang-kadang untuk meminta suatu tuntunan atau bantuan dari leluhur.
D. Belas Kasihan
Belas kasih adalah kebajikan di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian .
7.      A. Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah yang berarti bagus, cantik, elok dan molek.Keindahan identik dengan kebenaran segala yang indah itu selalu mengandung kebenaran.
B. Nilai Estetika
Nilai estetik ialah nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan. Yang terdiri dari nilai moral, nilai ekonomik, niloai pendidikan, dan sebagainya.

8.      A. Nilai yang telah usang
nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa.

B. Kemrosotan Zaman
Keadaan yang merendahkan derajad dan nilai kcmanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual.
C. Penderitaan Manusia
Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi yang paling menentukan ialah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa. serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya.

D. Keagungan Tuhan
Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu.



9.      A. Teori Pengungkapan
Seorang tokoh lainnya dari teori pengungkapan adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantara berbagai gerak, garis, warna, suara dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.

B. Teori Metafisika
Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory).

C. Teori Psikologis
Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seorang seniman. Sedang karya seninya itu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang diwujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu.

10.  Pengeritan Keserasian :
cocok dalam segala hal. salah satu persoalan pokok dari teori keindaha adalah mengenai sifat dasar dari keindahan . apakah keindahan merupakan sesuatu yang ada pada benda indah atau hanya terdapat dalam pikiran orang yang mengamati benda tersebut. Dari persoalan-persoalan tersebut lahirlah dua kelompok teori yang terkenal sebagai teori ogjektif dan subjektif.